Kebersamaan 11 Pemimpi….

IMG-20140829-00977Setelah solat dhuha seperti biasa Kami berkumpul bersama membuka bekal yang kami bawa masing-masing dari rumah untuk menyantap makanan di waktu istirahat. Kali ini Kami berikan nuansa yang tidak seperti biasanya. Kami siapkan alas dari spanduk bekas dan Kami gelar di halaman sekolah yang cukup rindang ditemani tanaman dan cahaya mentari yang cukup hangat. Semua siswa Kami ajak untuk duduk bersama di atas alas tersebut dan saling berhadapan. Di mulai dengan doa bersama seluruh siswa membuka bekalnya masing-masing. Namun ada satu siswa yang terlihat sedih karena setelah diperiksa tasnya ternyata dia tidak membawa bekal makanan. Anak ini pun kebingungan dan harus berbuat apa. Tak lama kemudian seorang guru menghampirinya dan berkata kepada teman-temannya adakah temannya yang mau berbagi makanan dengan anak ini?Alhamdulillah ada satu anak yang mau menawarkan makanannya meskipun kelihatannya makanan yang akan dibagikan tersebut sepertinya hanya cukup untuk satu orang saja. Tanpa pikir panjang temannya ini pun membagi makanannya kepada anak tersebut dan tak kalah mengejutkan ada teman yang satunya lagi menawarkan makanannya kepada anak tersebut sehingga anak ini mendapatkan dua jenis makanan yang berbeda.

Aktivitas makan bersama ini merupakan aktivitas rutin Kami lakukan setiap hari. Aktivitas ini bukan sekedar makan saja namun dari itu semua yang lebih penting adalah bagaimana momen makan bersama ini dapat menjadi sarana Kita para Pendidik untuk menanmkan nilai-nilai kebaikan. Di sini kita dapat mengajarkan rasa syukur, saling berbagi dan kedisiplinan dan nilai-nilai lainnya. Sehingga dewasa kelak nilai-nilai ini akan tertanam dalam setiap individu dan mereka akan menjadi MANUSIA SEUTUHNYA.

IMG-20140829-00982

Iklan

Menyepelekan hal yang kecil….

Hari ini tanpa sengaja membaca sebuah kalimat dari buku yang sudah usang, kertasnya terlihat sudah termakan waktu dan coklat kekuning-kuningan. Buku tersebut entah tahun berapa diterbitkan. Ketika membuka halaman demi halaman tanpa disadari mata ini terpana dengan sebuah tulisan yang cukup menarik kurang lebih tulisannya seperti ini  “Jangan menyepelkan hal yang kecil karena gunung yang besar tersusun dari kerikil-kerikil kecil”. Kalimat ini sepertinya nyambung dengan pengalamanku ketika mengobservasi teman-teman guru yang sedang mengajar dikelas. Seringkali guru dalam mengajar hanya mengejar target materi dan hasil tanpa memperhatikan tingkah laku anak. Hal-hal yang kita anggap sepele dan bukan merupakan bagian dari rangkaian rencana pembelajaran seringkali diabaikan. Ketika guru mengajar dengan asyiknya namun disisi lain ada anak yang asyik juga memainkan alat tulis temannya tanpa izin kita mungkin akan mengabaikannya karena kita fokus dalam memberikan materi. Coba kita renungkan bagaimana kalau kebiasaan anak ini tidak kita ingatkan atau kita respon tentu kebiasaan buruk ini akan terbawa hingga dewasa kelak karena anak ini tidak pernah diberitahu bahwa kegiatannya ini merupakan tindakan yang tidak benar. Ini tentu akan berbahaya bagi generasi yang akan datang dan bagaimana jika perbuatan ini tidak hanya dilakukan oleh satu anak namun ratusan atau jutaan bahkan milyaran anak. Inilah yang seharusnya seorang guru ajarkan, mendidik akhlak dan perilaku anak tidak hanya di dalam kelas namun disetiap kegiatan dan aktivitas yang tidak dibatasi ruang dan waktu.