Koin Persahabatan

Semenjak mulai memasuki ajaran baru sampai saat ini dinamika kelas selalu terjadi. Hal yang lucu, menegangkan dan lainnya bercampur aduk dalam aktivitas kami sehari-hari di sekolah ini. Berkat karunia Alloh SWT melalui tangan-tangan para guru yang super, permasalahan yang terjadi bisa kami atasi. Namun akhir-akhir ini terjadi dinamika menggangu teman satu dengan yang lainnya dan menurut kami dinamika ini yang sering terjadi di kelas maupun diluar kelas. Salah satu karakter yang ingin kami tumbuhkan pada siswa yaitu Karakter Kasih sayang. Kami pun menggelar rapat untuk mencari solusinya.Alhamdulillah pencerahan kami dapatkan, Kami terapkan program Koin Persahabatan. Program ini sebenarnya simpel dan sederhana, Ketika Jurnal Pagi Kami sampaikan program tersebut ke seluruh siswa bahwa seluruh siswa akan mendapatkan Koin jika dalam sehari ini melakukan kebaikan dan menyayangi teman satu sama lainnya. Sebaliknya jika ada yang melakukan perbuatan yang menggangu temannya maka konsekuensi pilihannya adalah Koinnya akan dipindahkan kepada temannya yang diganggu tersebut.

Program ini pun berjalan, hari demi hari kami jalankan program ini dan Alhamdulillah dampaknya cukup efektif, perbuatan menggangu teman semakin berkurang dan terlihat para siswa memberikan respon yang ramah terhadap temannya. Awalnya para siswa saling menyerobot ketika akan berwudhu saat ini mereka mulai tertib dan saling menghormati, bahkan ada salah satu anak yang suka rela membantu temannya ketika mengalami kesulitan. Usaha kami hanyalah sebatas upaya kemampuan manusia biasa, dibalik upaya tersebut ada kekuatan yang lebih besar yang dapat mengubah itu semua yaitu kekuatan doa. Manusia hanya berusaha, hasilnya Kami serahkan kepada Alloh SWT dengan tetap berharap dan berdoa semoga diberkan yang terbaik.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Antara Menyerah, Dikalahkan atau Memenangkan….

Setiap pendidik tentunya menginginkan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, namun harapan tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan apalagi jika mengajar anak-anak di usia Sekolah Dasar (SD). Peristiwa ini pasti dialami oleh semua pendidik termasuk kami. Di awal pembelajaran tahun ajaran baru kami adakan program pembelajaran Al Qur’an untuk siswa didik kami. Sudah terbayang dalam benak kami sebelum mengajar anak-anak akan mengikuti pembelajaran dengan baik dan tertib. Kenyataan ini ternyata hanya dalam benak kami saja karena pada kenyataannya ketika pembelajaran berlangsung anak-anak sangat luar biasa sensori motorik dan energinya sehingga satu jam pembelajaran dihabiskan dengan berlari-lari dan aktivitas lainnya tanpa lelah sedikit pun. Pertemuan berikutnya kami tidak ingin mengalami kejadian yang serupa, maka kami membuat strategi untuk mengambil hati anak-anak. Dilapangan ketika kami memulai pembelajaran kami ditaklukan kembali oleh anak-anak yang super kami pun dikalahkan dan menyerah untuk saat itu.

IMG-20140902-00009

Satu bulan berlalu Kami bersama anak-anak dalam membimbing pembelajaran Al Qur’an alhamdulillah kami menemukan celah kelemahan anak-anak. Kami berikan mereka sesuatu yang berharga dan harapan besar terhadap pembelajaran Al Qur’an ini. Alhamdulillah sedikit demi sedikit anak-anak sudah mulai terkondisikan dengan tertib meskipun hanya bertahan beberapa menit namun ini sudah merupakan kemenangan kecil bagi kami. Puncaknya kami berhasil menaklukkan anak-anak dan memenangkan hati mereka dengan kondisi pembelajaran yang lebih baik bahkan mereka sudah begitu tertib dan khusyu ketika memulai pembelajaran dengan doa pembuka.

Untuk para pendidik terutama kami pengalaman ini merupakan pengalaman yang paling berharga, kita akan dikalahkan anak-anak kalau kita sebagai pendidik tidak pernah mengevaluasi diri tentang proses pembelajaran yang telah kita lakukan sehingga putus asa dan menyerah akan menghinggapi diri kita. Hanya guru-guru yang bermental baja dan pembelajar yang mampu mengatasi permasalahan dalam pembelajarannya dan dipastikan kemenangan akan menghampiri kita manakala kita selalu bersabar dan tawakal kepada Alloh SWT.