Tak Perlu Sungkan Meminta Izin Pada Seorang Anak

Meminta izin pada orang tua atau teman sebaya mungkin sudah terbiasa kita lakukan. Namun pernahkah kita meminta izin pada seorang anak? Mungkin akan menjadi sedikit aneh karena kita terbiasa justru anak-anak yang selalu meminta izin kepada kita atau mungkin juga kita akan bertanya-tanya kenapa harus meminta izin pada seorang anak?

Sebagian Orang Tua biasanya ketika berinteraksi dengan anak-anaknya terkadang mengabaikan hak anak untuk mendapat perlakuan yang seharusnya. Misal ketika orang tua tanpa sepengetahuan anak memasukkan dalam program privat pelajaran atau kursus-kursus yang belum tentu anak tersebut menyukainya. Atau mungkin ketika seorang anak tiba-tiba harus masuk sekolah lanjutan pilihan orang tuanya. Bahkan mungkin ketika kita berangkat kerja atau tugas luar kota tanpa pamitan atau meminta izin terlebih dahulu kepada anak-anak kita.

Bagaimana mungkin kita akan berharap akan melahirkan anak-anak yang santun jika hal yang kita agap sepele tersebut tidak ditanamkan dan tidak dicontohkan oleh para orang tua. Maka jangan heran jika anak-anak saat ini sudah mulai terkikis nilai-nilai kesopanannya. Meminta izin pada seorang anak ternyata sudah dicontohkan oleh Rosululloh SAW beberapa abad yang lalu yang membawa manusia dari kegelapan menuju terang benderang dengan nilai-nilai Islam. Beliau adalah seorang manusia agung, pemimpin umat muslim namun beliau tidak sungkan untuk meminta izin pada seorang anak. Hal ini diriwayatkan dari Sahl bin as-Sa’idi bahwa suatu ketika Rosululloh SAW diberi minum untuk beliau minum. Sementara itu, di samping kanan beliau ada seorang anak kecil dan disamping kirinya ada para orang tua. Beliau lalu berkata kepada anak kecil tersebut, “ Apakah kau mengizinkan untuk memberikan minuman ini kepada mereka?” Anak itu berkata, “Demi Alloh, wahai Rosululloh! Aku tidak akan memberikan bagianku kecuali hanya untukmu!” (HR Bukhari).

Bukankah hadits tersebut sudah menjadi bukti yang cukup jelas bahwa Rosululloh sangat menghargai dan menghormati anak-anak. Lantas bagaimana dengan kita para orang tua atau pendidik sudahkah kita melakukan hal tersebut? Tak perlu sungkan untuk meminta izin pada seorang anak niscaya ketika kita mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari maka anak-anak akan selalu mengadopsi semua perilaku kita, mereka akan membiasakan dirinya berprilaku santun dan hormat dalam kehidupannya.

Iklan

Siswa-Siswi SDIT Mentari Ilmu Menyabet Semua Piala Lomba Hafalan Al Qur’an

lomba hafalanAlhamdulillah siswa-siswi SDIT Mentari Ilmu berhasil menyabet semua piala juara 1, 2 dan 3 lomba hafalan tingkat SD kelas 1-2 se Kecamatan Jatisari dan Kota Baru yang di selenggarakan hari Ahad, 08 Februari 2015 bertempat di Mal Cikampek. Mentari Ilmu mengirimkan delegasinya sebanyak 5 siswa yaitu Ananda Sarah, Andinie, Haidar, Hamasah dan Nayla. Mereka adalah siswa-siswi kelas 1. Dalam mempersiapkan lomba tersebut kami melakukan pembinaan dan bimbingan intensif sekitar 5 hari. Selain membimbing dalam bacaan dan hafalannya, kami juga memberikan motivasi kepada semua peserta yang akan mengikuti lomba. Awalnya kami tidak memiliki target khusus untuk juara yang terpenting anak-anak berani tampil di depan umum, namun ternyata Alloh memberikan bonus kepada kami dengan memberikan juara pada lomba tersebut dan yang lebih membanggakan lagi semua juara 1, 2 dan 3 kami sabet semuanya. Terima kasih dan selamat anak-anakku yang sudah menunjukan kehebatannya dan bagi teman-teman yang belum juara InsyaAlloh belum waktunya dan InsyaAlloh masih ada kesempatan untuk belajar dan lebih giat lagi dalam menghafal Al Qur’annya.