Asyiknya Berenang….

DSCF1945 DSCF1947 DSCF1994 DSCF1998 DSCF2045 DSCF2057 DSCF2061Selama tiga hari berturut-turut anak-anak sdit mentari ilmu jatisari mengadakan kegiatan renang. Kegiatan ini memang agenda sekolah rutin setiap tahun mulai dari kelas 1 samapai kelas 2. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan sunnah Rosul dalam berolah raga dalam meningkatkan keterampilan anak dalam berenang yang tentu saja banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini. Selain mengasah keberanian, percaya diri, dan lain sebagainya. Anak-anak tampak bergembira sekali dalam mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas diri anak-anak baik segi psikomotorik maupun mentalnya.

Iklan

Yuk…Kenalkan Tahun Baru Hijriyah Pada Anak

DSCF1623 DSCF1630 DSCF1660 DSCF1671 DSCF1688 DSCF1730Beberapa jam lagi umat islam akan memasuki tahun baru islam atau tahun baru hijriyah. Tepatnya tanggal 1 muharram 1437 H. Beberapa waktu yang lalu kami sempat bertanya kepada anak-anak tentang tahun hijriyah tersebut dan sebagian besar anak-anak memang kurang familiar dengan tahun baru islam. Sangat berbeda sekali dengan kemeriahan tahun baru masehi. melihat kondisi tersebut kami mencoba memperkenalkan tahun baru islam ini dengan menyambut kemerihannya dengan kegiatan pawai ke sekitar lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tentu saja bukan sekedar pawai namun jauh dari itu bagaimana anak-anak tahu dan paham dengan sejarah peristiwa hijrahnya Rosululloh SAW dari mekah ke madinah. Kegiatan ini juga salah satu syiar sekolah dalam memperkenalkan tahun hijriyah kepada masyarakat sekitar. Terlihat dari raut muka anak-anak tampak senang dan menikmati kegiatan tersebut. Dengan atribut bendera, poster, dll yang mereka siapkan masing-masing.

Semoga kegiatan ini memberikan pembelajaran kepada anak-anak terkait penanaman dan pengetauan wawasan keislaman. Dan yang paling penting adalah semoga kita semua dapat hijrah menuju kebaikan dan kedekatan kepada Alloh SWT yang lebih baik dari tahun yang lalu.Aamiiin.

BELAJAR DARI ANAK : “TIDAK PERNAH DENDAM”

artikel8-580x333Seperti biasanya pembelajaran di pagi hari khususnya siswa SD akan membuat kita para guru mengalami kerepotan dalam mengkondisikan perilaku anak-anak. Namun dari semua kerepotan itu tanpa kita sadari ada saja hal yang membuat kita para guru banyak belajar dari anak-anak.

Kejadian ini melibatkan dua siswa, sebut saja namanya Rasyi dan Zahra. Mereka hampir setiap hari mengalami keributan bahkan hanya gara-gara menurut kita sepele, misal rebutan tempat duduk, rebutan membaca duluan dan lain sebagainya. Kejadian yang cukup membuat heboh yaitu ketika mereka rebutan tempat duduk dan saling pukul sehingga mereka menangis kedua-duanya. Saya hanya berusaha melerai kejadian tersebut dan memberi waktu untuk mereka agar tenang. Setelah beberapa lama waktu berlalu kondisinya berubah seratus delapan puluh derajat, ternyata yang membuat saya tercengang adalah mereka kembali bersama, kembali melakukan kegiatan bersama hanya dalam beberapa waktu setelah kejadian yang sudah mereka alami bersama. Mereka kembali beraktifitas bersama-sama seolah-olah tidak terjadi kejadian apapun yang membuat mereka kecewa, marah dan rasa emosi lainnya. Ya…mereka kembali berdamai dan kembali tersenyum.

Nampaknya ini yang membuat saya terpukau dengan perilaku anak-anak. Dimana banyak orang dewasa yang bertengkar dengan temannya, atau dengan tetangga atau mungkin dengan keluarganya sehingga rasa marah dan dendam terus hinggap dalam diri mereka selama bertahun-tahun, bahkan ada yang mungkin bersumpah ‘tidak akan memaafkan kesalahannya sampai mati’. Sungguh saya sebagai pendidik merasa malu dengan diri sendiri dan anak-anak, ternyata mereka sangat mudah memaafkan dan tidak menyimpan dendam sedikitpun dalam hatinya.