Agenda Parenting Oktober 2017

Assalamu’alaikum. Bapak/Ibu guru rumah yang dirahmati Allah SWT, insya Alloh hari Sabtu, 21 Oktober 2017 kita akan bertemu kembali dalam agenda parenting. InsyaAllah materi yang disajikan pun tidak kalah menariknya dengan materi bulan kemarin. Kali ini kami akan mendatangkan seorang “Pendekar Dongeng” yang tidak diragukan lagi kompetensi dan jam terbang dibidangnya. Materi yang akan disampaikan yaitu ” Mensugesti Karakter dan Komunikasi Anak Melalui Metode Dongeng”. Kami yakin kesempatan ini sangat berharga maka kami mohon bapak/ibu guru rumah untuk hadir dalam acara tersebut dan GRATIS untuk orang tua siswa mentari ilmu jatisari. Jika ada orang tua lain yang berminat untuk hadir dalam acara tersebut silahkan untuk menghubungi sekolah. Kami tunggu kehadiran bpk/ibu sekalian  tanggal 21 Oktober 2017.

Iklan

Market Day sdit mentari ilmu : wahana melatih siswa untuk berwirausaha

Pada pekan rehat setelah pelaksanaan UTS semester 1, seluruh siswa mengikuti kegiatan renang mulai tgl 03-04 Oktober 2016 yang diikuti oleh seluruh siswa putra maupun putri. Hari Rabu, 05-07 Oktober 2016 agenda dilanjutkan dengan kegiatan Market Day, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan para siswa dan juga berupaya untuk mencontoh teladan Rosululloh SAW dalam berdagang. Kegiatan ini merupakan wahana pembelajaran aflikatif dengan mempraktekan langsung kegiatan pembelajaran mulai dari menawarkan barang sampai melayani pembeli. Semoga para siswa sdit mentari ilmu menjadi pengusaha muslim yang sukses dunia akhirat.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Asyiknya Mini OutBond

Alhamdulillah tak terasa kegiatan pembelajaran semester satu sudah kita lewati. Kali ini kami sajikan kegiatan yang sedikit berbeda untuk seluruh siswa setelah berjuang dengan penuh semangat dalam mengikuti UAS. Kami pun mencoba menganalisa kebutuhana kegiatan seperti apa yanag dibutuhkan saat ini untuk melepas sedikit kepenatan. Dengan melihat potensi dan sumber daya yang ada maka kami pun mencoba menyajikan kegiatan Mini OutBond. dalama kegiatan ini kami menggali dan memunculkan potensi yang ada sehingga selain melatih motorik, keberanian, kerja sama, kegembiraan juga nilai-nilai karakter lainnya, pepatah mengatakan “satu dayung dua pulau terlampui”. Para instruktur dalam kegiatan ini tentu saja memberdayakan guru-guru yang ada dan menyesuaikan kondisi tata letak sekolah. Kami sulap halaman menjadi arena outbond dan tempat-tempat lainnya sekitar lingkungan sekolah sehingga inilah yang kami sebut “Mini Outbond”.Alhamdulillah respon anak-anak sangat antusias setelah mengikuti kegiatan tersebut dan bahkan hampir seluruh siswa meminta untuk diadakan kembali kegiatan tersebut.

DSCF2466 DSCF2494 DSCF2499 DSCF2511 DSCF2501

Asyiknya Berenang….

DSCF1945 DSCF1947 DSCF1994 DSCF1998 DSCF2045 DSCF2057 DSCF2061Selama tiga hari berturut-turut anak-anak sdit mentari ilmu jatisari mengadakan kegiatan renang. Kegiatan ini memang agenda sekolah rutin setiap tahun mulai dari kelas 1 samapai kelas 2. Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan sunnah Rosul dalam berolah raga dalam meningkatkan keterampilan anak dalam berenang yang tentu saja banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini. Selain mengasah keberanian, percaya diri, dan lain sebagainya. Anak-anak tampak bergembira sekali dalam mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas diri anak-anak baik segi psikomotorik maupun mentalnya.

Yuk…Kenalkan Tahun Baru Hijriyah Pada Anak

DSCF1623 DSCF1630 DSCF1660 DSCF1671 DSCF1688 DSCF1730Beberapa jam lagi umat islam akan memasuki tahun baru islam atau tahun baru hijriyah. Tepatnya tanggal 1 muharram 1437 H. Beberapa waktu yang lalu kami sempat bertanya kepada anak-anak tentang tahun hijriyah tersebut dan sebagian besar anak-anak memang kurang familiar dengan tahun baru islam. Sangat berbeda sekali dengan kemeriahan tahun baru masehi. melihat kondisi tersebut kami mencoba memperkenalkan tahun baru islam ini dengan menyambut kemerihannya dengan kegiatan pawai ke sekitar lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tentu saja bukan sekedar pawai namun jauh dari itu bagaimana anak-anak tahu dan paham dengan sejarah peristiwa hijrahnya Rosululloh SAW dari mekah ke madinah. Kegiatan ini juga salah satu syiar sekolah dalam memperkenalkan tahun hijriyah kepada masyarakat sekitar. Terlihat dari raut muka anak-anak tampak senang dan menikmati kegiatan tersebut. Dengan atribut bendera, poster, dll yang mereka siapkan masing-masing.

Semoga kegiatan ini memberikan pembelajaran kepada anak-anak terkait penanaman dan pengetauan wawasan keislaman. Dan yang paling penting adalah semoga kita semua dapat hijrah menuju kebaikan dan kedekatan kepada Alloh SWT yang lebih baik dari tahun yang lalu.Aamiiin.

BELAJAR DARI ANAK : “TIDAK PERNAH DENDAM”

artikel8-580x333Seperti biasanya pembelajaran di pagi hari khususnya siswa SD akan membuat kita para guru mengalami kerepotan dalam mengkondisikan perilaku anak-anak. Namun dari semua kerepotan itu tanpa kita sadari ada saja hal yang membuat kita para guru banyak belajar dari anak-anak.

Kejadian ini melibatkan dua siswa, sebut saja namanya Rasyi dan Zahra. Mereka hampir setiap hari mengalami keributan bahkan hanya gara-gara menurut kita sepele, misal rebutan tempat duduk, rebutan membaca duluan dan lain sebagainya. Kejadian yang cukup membuat heboh yaitu ketika mereka rebutan tempat duduk dan saling pukul sehingga mereka menangis kedua-duanya. Saya hanya berusaha melerai kejadian tersebut dan memberi waktu untuk mereka agar tenang. Setelah beberapa lama waktu berlalu kondisinya berubah seratus delapan puluh derajat, ternyata yang membuat saya tercengang adalah mereka kembali bersama, kembali melakukan kegiatan bersama hanya dalam beberapa waktu setelah kejadian yang sudah mereka alami bersama. Mereka kembali beraktifitas bersama-sama seolah-olah tidak terjadi kejadian apapun yang membuat mereka kecewa, marah dan rasa emosi lainnya. Ya…mereka kembali berdamai dan kembali tersenyum.

Nampaknya ini yang membuat saya terpukau dengan perilaku anak-anak. Dimana banyak orang dewasa yang bertengkar dengan temannya, atau dengan tetangga atau mungkin dengan keluarganya sehingga rasa marah dan dendam terus hinggap dalam diri mereka selama bertahun-tahun, bahkan ada yang mungkin bersumpah ‘tidak akan memaafkan kesalahannya sampai mati’. Sungguh saya sebagai pendidik merasa malu dengan diri sendiri dan anak-anak, ternyata mereka sangat mudah memaafkan dan tidak menyimpan dendam sedikitpun dalam hatinya.

Tak Perlu Sungkan Meminta Izin Pada Seorang Anak

Meminta izin pada orang tua atau teman sebaya mungkin sudah terbiasa kita lakukan. Namun pernahkah kita meminta izin pada seorang anak? Mungkin akan menjadi sedikit aneh karena kita terbiasa justru anak-anak yang selalu meminta izin kepada kita atau mungkin juga kita akan bertanya-tanya kenapa harus meminta izin pada seorang anak?

Sebagian Orang Tua biasanya ketika berinteraksi dengan anak-anaknya terkadang mengabaikan hak anak untuk mendapat perlakuan yang seharusnya. Misal ketika orang tua tanpa sepengetahuan anak memasukkan dalam program privat pelajaran atau kursus-kursus yang belum tentu anak tersebut menyukainya. Atau mungkin ketika seorang anak tiba-tiba harus masuk sekolah lanjutan pilihan orang tuanya. Bahkan mungkin ketika kita berangkat kerja atau tugas luar kota tanpa pamitan atau meminta izin terlebih dahulu kepada anak-anak kita.

Bagaimana mungkin kita akan berharap akan melahirkan anak-anak yang santun jika hal yang kita agap sepele tersebut tidak ditanamkan dan tidak dicontohkan oleh para orang tua. Maka jangan heran jika anak-anak saat ini sudah mulai terkikis nilai-nilai kesopanannya. Meminta izin pada seorang anak ternyata sudah dicontohkan oleh Rosululloh SAW beberapa abad yang lalu yang membawa manusia dari kegelapan menuju terang benderang dengan nilai-nilai Islam. Beliau adalah seorang manusia agung, pemimpin umat muslim namun beliau tidak sungkan untuk meminta izin pada seorang anak. Hal ini diriwayatkan dari Sahl bin as-Sa’idi bahwa suatu ketika Rosululloh SAW diberi minum untuk beliau minum. Sementara itu, di samping kanan beliau ada seorang anak kecil dan disamping kirinya ada para orang tua. Beliau lalu berkata kepada anak kecil tersebut, “ Apakah kau mengizinkan untuk memberikan minuman ini kepada mereka?” Anak itu berkata, “Demi Alloh, wahai Rosululloh! Aku tidak akan memberikan bagianku kecuali hanya untukmu!” (HR Bukhari).

Bukankah hadits tersebut sudah menjadi bukti yang cukup jelas bahwa Rosululloh sangat menghargai dan menghormati anak-anak. Lantas bagaimana dengan kita para orang tua atau pendidik sudahkah kita melakukan hal tersebut? Tak perlu sungkan untuk meminta izin pada seorang anak niscaya ketika kita mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari maka anak-anak akan selalu mengadopsi semua perilaku kita, mereka akan membiasakan dirinya berprilaku santun dan hormat dalam kehidupannya.