Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2016-2017

Assalamu’alaikum.

Bagi ayah bunda yang akan mendaftarkan putra-putrinya ke sdit mentari ilmu jatisari silahkan ditunggu kehadirannya! Kuotanya terbatas, silahkan jika berminat segera mendaftar sebelum ditutup pendaftarannya. Caranya mudah, silahkan ayah bunda datang langsung ke kampus sdit mentari ilmu jatisari Jl. Raya Jatisari Sukamaju Dusun 2 RT 01 RW 04 Desa Jatisari Kec. Jatisari Kab.Karawang 41374. Lokasi depan pabrik beras PT Jatisari Srirejeki (SR).

BROSUR SDIT_2016_01 BROSUR SDIT_2016_02

Lowongan Guru

Sdit Mentari Ilmu membuka peluang untuk bergabung menjadi staf pengajar dengan kualifikasi sbb :

  1. Laki-laki/Wanita
  2. Minimal lulusan S1
  3. Bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar
  4. Pekerja keras, inovatif dan kreatif
  5. Menyayangi dan memperhatikan serta mengabdikan diri untuk perkembangan peserta didik

 

Fasilitas :

  • Gaji menarik
  • Tunjangan Keluarga
  • Tunjangan Hari Raya (THR)
  • Jenjang Karir
  • Pengembangan diri
  • Uang tranportasi
  • Dll

Silahkan kirim lamaran lengkap ke :

Sdit_mentariilmu@yahoo.co.id

Info : Whatsapp : 0888 1785 410

Tlp : 0856 2424 2352

Ubi Goreng Ala Chef Mentari Ilmu

Ketika istirahat tiba salah seorang guru begitu semangat membawa batu bata ke kebun pinggir sekolah. Anak-anak pun bertanya-tanya, kenapa pak Guru membawa batu bata ke kebun?Apakah akan membangun sesuatu atau apa?maka anak-anak pun berlarian menghampiri sang guru tersebut. Ternyata setelah beberapa susunan batu bata tersusun jadilah sebuah bangunan yang meyerupai tungku untuk memasak. Sang guru pun mengajak seluruh siswa untuk segera memasuki kelas karena jam masuk sudah berbunyi.

Didalam kelas guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari pada hari tersebut. Sang guru menyampaiakan bahwa seluruh siswa akan bekerja sama membuat kudapan sore yaitu Ubi Goreng. Anak-anak sangat bergembira mendengar hal tersebut, maka sang guru pun membentuk beberapa kelompok. Kelompok-kelompok tersebut diberi tugas yang berbeda-beda. Ada kelompok yang bertugas mencari kayu bakar, ada kelompok yang bertugas membersihkan Ubi dan ada juga kelompok yang bertugas mencari daun pisang untuk digunakan dalam kegiatan memasak tersebut. Seluruh siswa sangat antusias dengan tugas yang diembannya, penuh semangat, tanggung jawab, kerja sama dan rasa kekeluargaan terlihat dalam aktivitas tersebut. Setelah semuanya siap, Ubi pun digoreng di atas penggorengan. Hasilnya luar biasa Ubi goreng ala chef mentari ilmu rasanya maknyuss…lezatoss disantap bersama-sama.

Koin Persahabatan

Semenjak mulai memasuki ajaran baru sampai saat ini dinamika kelas selalu terjadi. Hal yang lucu, menegangkan dan lainnya bercampur aduk dalam aktivitas kami sehari-hari di sekolah ini. Berkat karunia Alloh SWT melalui tangan-tangan para guru yang super, permasalahan yang terjadi bisa kami atasi. Namun akhir-akhir ini terjadi dinamika menggangu teman satu dengan yang lainnya dan menurut kami dinamika ini yang sering terjadi di kelas maupun diluar kelas. Salah satu karakter yang ingin kami tumbuhkan pada siswa yaitu Karakter Kasih sayang. Kami pun menggelar rapat untuk mencari solusinya.Alhamdulillah pencerahan kami dapatkan, Kami terapkan program Koin Persahabatan. Program ini sebenarnya simpel dan sederhana, Ketika Jurnal Pagi Kami sampaikan program tersebut ke seluruh siswa bahwa seluruh siswa akan mendapatkan Koin jika dalam sehari ini melakukan kebaikan dan menyayangi teman satu sama lainnya. Sebaliknya jika ada yang melakukan perbuatan yang menggangu temannya maka konsekuensi pilihannya adalah Koinnya akan dipindahkan kepada temannya yang diganggu tersebut.

Program ini pun berjalan, hari demi hari kami jalankan program ini dan Alhamdulillah dampaknya cukup efektif, perbuatan menggangu teman semakin berkurang dan terlihat para siswa memberikan respon yang ramah terhadap temannya. Awalnya para siswa saling menyerobot ketika akan berwudhu saat ini mereka mulai tertib dan saling menghormati, bahkan ada salah satu anak yang suka rela membantu temannya ketika mengalami kesulitan. Usaha kami hanyalah sebatas upaya kemampuan manusia biasa, dibalik upaya tersebut ada kekuatan yang lebih besar yang dapat mengubah itu semua yaitu kekuatan doa. Manusia hanya berusaha, hasilnya Kami serahkan kepada Alloh SWT dengan tetap berharap dan berdoa semoga diberkan yang terbaik.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Antara Menyerah, Dikalahkan atau Memenangkan….

Setiap pendidik tentunya menginginkan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, namun harapan tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan apalagi jika mengajar anak-anak di usia Sekolah Dasar (SD). Peristiwa ini pasti dialami oleh semua pendidik termasuk kami. Di awal pembelajaran tahun ajaran baru kami adakan program pembelajaran Al Qur’an untuk siswa didik kami. Sudah terbayang dalam benak kami sebelum mengajar anak-anak akan mengikuti pembelajaran dengan baik dan tertib. Kenyataan ini ternyata hanya dalam benak kami saja karena pada kenyataannya ketika pembelajaran berlangsung anak-anak sangat luar biasa sensori motorik dan energinya sehingga satu jam pembelajaran dihabiskan dengan berlari-lari dan aktivitas lainnya tanpa lelah sedikit pun. Pertemuan berikutnya kami tidak ingin mengalami kejadian yang serupa, maka kami membuat strategi untuk mengambil hati anak-anak. Dilapangan ketika kami memulai pembelajaran kami ditaklukan kembali oleh anak-anak yang super kami pun dikalahkan dan menyerah untuk saat itu.

IMG-20140902-00009

Satu bulan berlalu Kami bersama anak-anak dalam membimbing pembelajaran Al Qur’an alhamdulillah kami menemukan celah kelemahan anak-anak. Kami berikan mereka sesuatu yang berharga dan harapan besar terhadap pembelajaran Al Qur’an ini. Alhamdulillah sedikit demi sedikit anak-anak sudah mulai terkondisikan dengan tertib meskipun hanya bertahan beberapa menit namun ini sudah merupakan kemenangan kecil bagi kami. Puncaknya kami berhasil menaklukkan anak-anak dan memenangkan hati mereka dengan kondisi pembelajaran yang lebih baik bahkan mereka sudah begitu tertib dan khusyu ketika memulai pembelajaran dengan doa pembuka.

Untuk para pendidik terutama kami pengalaman ini merupakan pengalaman yang paling berharga, kita akan dikalahkan anak-anak kalau kita sebagai pendidik tidak pernah mengevaluasi diri tentang proses pembelajaran yang telah kita lakukan sehingga putus asa dan menyerah akan menghinggapi diri kita. Hanya guru-guru yang bermental baja dan pembelajar yang mampu mengatasi permasalahan dalam pembelajarannya dan dipastikan kemenangan akan menghampiri kita manakala kita selalu bersabar dan tawakal kepada Alloh SWT.

Kebersamaan 11 Pemimpi….

IMG-20140829-00977Setelah solat dhuha seperti biasa Kami berkumpul bersama membuka bekal yang kami bawa masing-masing dari rumah untuk menyantap makanan di waktu istirahat. Kali ini Kami berikan nuansa yang tidak seperti biasanya. Kami siapkan alas dari spanduk bekas dan Kami gelar di halaman sekolah yang cukup rindang ditemani tanaman dan cahaya mentari yang cukup hangat. Semua siswa Kami ajak untuk duduk bersama di atas alas tersebut dan saling berhadapan. Di mulai dengan doa bersama seluruh siswa membuka bekalnya masing-masing. Namun ada satu siswa yang terlihat sedih karena setelah diperiksa tasnya ternyata dia tidak membawa bekal makanan. Anak ini pun kebingungan dan harus berbuat apa. Tak lama kemudian seorang guru menghampirinya dan berkata kepada teman-temannya adakah temannya yang mau berbagi makanan dengan anak ini?Alhamdulillah ada satu anak yang mau menawarkan makanannya meskipun kelihatannya makanan yang akan dibagikan tersebut sepertinya hanya cukup untuk satu orang saja. Tanpa pikir panjang temannya ini pun membagi makanannya kepada anak tersebut dan tak kalah mengejutkan ada teman yang satunya lagi menawarkan makanannya kepada anak tersebut sehingga anak ini mendapatkan dua jenis makanan yang berbeda.

Aktivitas makan bersama ini merupakan aktivitas rutin Kami lakukan setiap hari. Aktivitas ini bukan sekedar makan saja namun dari itu semua yang lebih penting adalah bagaimana momen makan bersama ini dapat menjadi sarana Kita para Pendidik untuk menanmkan nilai-nilai kebaikan. Di sini kita dapat mengajarkan rasa syukur, saling berbagi dan kedisiplinan dan nilai-nilai lainnya. Sehingga dewasa kelak nilai-nilai ini akan tertanam dalam setiap individu dan mereka akan menjadi MANUSIA SEUTUHNYA.

IMG-20140829-00982